Pada kegiatan tersebut, sebanyak 30 petikemas kosong telah direlokasi dan telah tiba dengan aman di Kuala Tanjung. Adapun komposisi petikemas yang direlokasi terdiri dari 10 unit petikemas ukuran 40 feet tipe dry container serta 20 unit petikemas ukuran 20 feet tipe dry container. Proses relokasi dilakukan melalui layanan multimoda kereta api, sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi distribusi logistik serta memperkuat konektivitas Industri dan Pelabuhan yang berada di wilayah Belawan, Kuala Tanjung dan Sei Mangkei.
Kegiatan ini sekaligus menandai semakin meningkatnya aktivitas Principal Ocean Network Express (ONE) yang mulai berkegiatan di Depo PT Prima Indonesia Logistik Kuala Tanjung. Kehadiran principal pelayaran internasional tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan fasilitas depo serta memperkuat ekosistem logistik di kawasan Kuala Tanjung yang terus berkembang sebagai salah satu simpul logistik penting di Sumatera Utara.
Dalam mendukung kelancaran operasional tersebut, ketersediaan petikemas kosong untuk kebutuhan pengguna jasa dipasok melalui dua sumber utama, yaitu dari kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Kuala Tanjung serta dari Belawan yang direlokasi melalui layanan multimoda kereta api. Skema distribusi ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan petikemas secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional bagi para pelaku usaha logistik.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di sektor logistik, PT Prima Indonesia Logistik akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, termasuk principal pelayaran dan pemangku kepentingan terkait, guna menghadirkan layanan logistik yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.


