Makin Banyak Perusahaan Kargo Setop Operasi di Rusia, Ekonominya Kalang Kabut

 

Semakin banyak perusahaan yang menghentikan operasional bisnisnya di Rusia karena adanya sanksi. Terbaru datang dari para perusahaan pengiriman peti kemas terbesar di dunia.
Maersk misalnya memutuskan untuk menghentikan sementara pemesanan kargo dari dan ke Rusia. Meskipun ada pengecualian untuk beberapa produk pengiriman.

“Karena stabilitas dan keamanan operasi kami sudah secara langsung dan tidak langsung dipengaruhi oleh sanksi, pemesanan Maersk baru ke dan dari Rusia akan ditangguhkan untuk sementara, dengan pengecualian bahan makanan, pasokan medis dan kemanusiaan,” tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari CNN, Rabu (2/3/2022).

“Kami sangat prihatin dengan bagaimana krisis terus meningkat di Ukraina,” tambahnya.

Perusahaan yang berbasis di Denmark itu melanjutkan bahwa pihaknya juga tidak menerima dari atau melakukan pembayaran ke bank Rusia yang terkena sanksi, atau pihak lain yang terkena sanksi.

MSC Mediterranean Shipping Company, perusahaan pelayaran peti kemas milik Swiss, juga akan menghentikan semua pemesanan kargo dari dan ke Rusia mulai Selasa waktu setempat. Kebijakan itu mencakup semua area akses termasuk Baltik, Laut Hitam, dan Rusia Timur Jauh.

Meski begitu MSC juga masih menerima dan menyaring pemesanan untuk pengiriman barang-barang penting seperti makanan, peralatan medis, dan barang-barang kemanusiaan.

Perusahaan pelayaran lain, CMA CGM, juga menangguhkan semua pemesanan dari dan ke Rusia mulai Selasa kemarin dengan alasan demi keselamatan.

“Prioritas utama kami tetap untuk melindungi karyawan kami dan memastikan sebanyak mungkin kelangsungan rantai pasokan Anda,” kata perusahaan.

Keputusan para perusahaan pelayaran itu sebenarnya bukan karena adanya sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara barat kepada Rusia. Mereka mengambil keputusan itu karena melihat situasi konflik serta kegiatan bisnis di Rusia yang sudah mulai bergejolak.

Hal itu menjadi tanda bahwa bisnis menemukan kepentingan mereka sendiri untuk memutuskan hubungan bisnis dengan negara itu. Keputusan itu tentu memberi tekanan tambahan pada ekonomi Rusia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *