Luhut Cek Langsung Pelabuhan Patimban sebelum Dikelola Jepang dan PPI

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Pelabuhan Patimban , Kamis (18/11). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pelabuhan menjelang peralihan operator. Sebelumnya, Patimban dikelola PT Pelindo III (Persero) melalui penugasan oleh Kementerian Perhubungan. Namun mulai Desember, pengelolaannya akan diserahkan kepada PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) dan Toyota Tsusho Corporation.

“Di sini saya ingin mendengar progresnya secara langsung bagaimana penyelesaian akses jalan menuju pelabuhan, termasuk konektivitas jalur pantura dan akses jalan tol, kondisi operasional pelabuhan dan besaran muatan, juga ketersediaan sarana prasarana pendukung seperti air, Listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan telekomunikasi. Oleh karena itu pelabuhan Patimban ini sangat perlu kita dorong progresnya,” kata Menko Luhut melalui pernyataan resmi, Jumat (19/11/2021).

Kedatangan Luhut ke Patimban tersebut dilakukan guna mengevaluasi operasional pelabuhan Patimban setelah hampir 1 tahun beroperasi dan meninjau ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Pelabuhan Patimban ini diharapkan menjadi stimulator pengembangan wilayah di daerah Subang serta dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari Kawasan industri ke Pelabuhan.

“Presiden Jokowi meminta agar Pelabuhan Patimban juga mendukung ekspor produk selain otomotif, seperti menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk lainnya, sehingga mampu bersaing di pasar global,” paparnya.

Pelabuhan Patimban akan menjadi cikal bakal Kawasan Regional Metropolitan dan menjadi cita-citanya Gubernur Ridwan Kamil yang dapat menciptakan 4,39 juta peluang pekerjaan pada tahun 2030. “Untuk itu kami mendukung laju pertumbuhan ekonomi sampai 7,16 persen untuk provinsi Jawa Barat yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan progres pembangunan Pelabuhan Patimban kepada Menko Luhut. “Ini 60 hektar yang sudah direklamasi dan sudah bisa ekspor mobil 200 ribu dan kontainer sudah bisa 300 ribu disini. Kita akan membangun yang area yang kuning ini. Ini masih kerjasama dengan Jepang,” ujar Budi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *