Kunjungan Kapal di Terminal Teluk Lamong Selama Triwulan I 2021 Naik

SURABAYA – Selama triwulan I 2021, kunjungan kapal yang sandar di Terminal Teluk Lamong mencapai 354 unit dengan total 4.601.835 GT. Jumlah kunjungan kapal tersebut naik 24,65% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang mencatat 284 unit kapal dengan total 4.239.432 GT.

Menurut Direktur Operasi dan Teknik Terminal Teluk Lamong Warsilan, kenaikan jumlah kunjungan kapal menunjukkan bahwa arus logistik di Terminal Teluk Lamong masih berjalan lancar meski di tengah pandemi COVID-19.

Peningkatan jumlah kunjungan kapal ini disokong beberapa rute baru. Yakni Ternate, Gorontalo, Halmahera, dan Tobelo Bacan yang menggunakan kapal-kapal dengan ukuran yang tidak terlalu besar.
“Meski arus muatan masih fluktuatif, namun harapan muncul dari rute-rute baru yang datang ke Terminal Teluk Lamong,” katanya, Rabu (28/4/2021).

Untuk arus petikemas, selama triwulan I 2021 tercatat 182.605 Teus. Angka ini turun 0,39% dibandingkan dengan arus petikemas pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 183.323 Teus. Pada periode yang sama di tahun 2020 pandemi belum melanda Indonesia, sehingga permintaan barang masih tinggi.

“Untuk arus petikemas, walaupun tidak mengalami peningkatan dibandingkan 2020 tetapi angka penurunannya cukup kecil,” ujarnya.

Sementara itu, menurut data kunjungan kapal curah kering ke Terminal Teluk Lamong di triwulan I 2021, tercatat jumlah kapal sandar naik 52,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Sebanyak 26 unit kapal sandar di Terminal Teluk Lamong periode Januari – Maret 2021 dimana pada tahun 2020 hanya 17 kapal sandar pada periode yang sama. “Seiring dengan peningkatan kunjungan kapal, arus muatan curah kering yang dibongkar di Terminal Teluk Lamong juga mengalami peningkatan.
Terhitung terjadi 3,16% kenaikan muatan yang dibongkar pada triwulan I 2021 atau sebanyak 734.643 ton. Sedangkan pada tahun 2020 angka muatan pada periode yang sama yaitu 712.126 ton.
Komoditi curah kering yang dilayani oleh Terminal Teluk Lamong berupa bahan pangan dan pakan ternak. “Peningkatan angka kunjungan kapal dan arus muatan curah kering yang sandar berbanding lurus dengan pemulihan nasional pada sektor ini,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *