Kontainer Langka, Begini Cara Pengusaha Ekspor Kayu ke AS

 

Solo – Kelangkaan kontainer masih menjadi masalah bagi para eksportir. Namun kini Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan para eksportir kayu ringan di Indonesia sepakat mengirim barang tanpa kontainer.
Ketua Umum Indonesian Lightwood Association (ILWA), Setyo Wisnu Broto, mengatakan langkah tersebut diambil karena saat itu permintaan pasar di luar negeri, terutama Amerika Serikat (AS) terus meningkat.

“Sekarang pengusaha sudah mengekspor kayu ringan tanpa kontainer. Jadi barangnya langsung dikemas dan dimasukkan ke kapal, tanpa kontainer,” kata Wisnu saat dijumpai di Solo, Selasa (2/11/2021).

Selain menjadi solusi dari kelangkaan peti kemas, cara ini dinilai banyak memangkas biaya pengiriman. Namun demikian, belum seluruh negara menerima cara tersebut.

“Memang belum semua negara menerima cara itu. Kita sekarang paling banyak itu ke Amerika, di sana memang sangat membutuhkan barang, sehingga solusinya ya tanpa kontainer,” ujarnya.Menurut Wisnu, permasalahan ini merupakan dampak dari pandemi COVID-19. Kondisi perbaikan ekonomi yang berbeda-beda di tiap negara menjadi faktor kelangkaan kontainer.
“Yang paling cepat recovery itu Cina, tapi negara-negara Eropa belum. Banyak kontainer yang dikirim tapi waktu pulang kosong atau tertahan di negara tujuan karena tidak ada yang membongkar,” ujarnya.

Namun dia yakin kondisi ini akan segera membaik. Bahkan jika terjadi gelombang ketiga COVID-19, Wisnu meyakini pertumbuhan ekspor akan menunjukkan angka positif.

“Ekspor kita sudah jauh meningkat, meskipun belum bisa kembali seperti sebelum pandemi. Nanti kalau pun ada gelombang ketiga, saya kira semua negara sudah punya pengalaman, tidak mungkin mereka akan menutup total,” tutur Wisnu.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Amerika dan Eropa Direktorat Jenderal Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag, Singgih Sugiyanto, menyebut kelangkaan kontainer terjadi karena terbatasnya tenaga bongkar muat peti kemas.

“Misal dulu jumlah tenaga 100 persen, sekarang berkurang jadi 50 persen. Banyak kontainer yang tertahan. Dengan pengiriman tanpa kontainer ini tentu bisa mendongkrak kinerja ekspor kita. Tapi tentunya kita harus menjamin kualitas barang dengan packaging yang baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *