Hindari Pungli dan Penyebaran Covid-19, TPK Belawan Terapkan Autogate System

 

Uji coba autogate system dilakukan di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan untuk meningkatkan pelayanan receiving dan delivery peti kemas domestik maupun internasional kepada para pengguna jasa. Penerapan ini wujud komitmen PT Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) dalam memberikan layanan cepat dan efisiensi untuk meningkatkan kinerja logistik. General Manager TPK Belawan Yarham Harid dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com menjelaskan, layanan receiving dan delivery bisa dilakukan secara self service oleh pengemudi head truck melalui autogate system. Selain itu, timbangan juga sudah terintegrasi dengan sistem sehingga berat timbangan peti kemas otomatis tercatat.
“Dengan autogate system, tidak ada lagi interaksi tatap muka, hal ini juga untuk menghindari penyebaran Covid-19 dan pungli,” kata Yarham, Kamis (22/7/2021). Yarham menjelaskan, penerapan autogate system juga sebagai bentuk dukungan Pelindo 1 untuk program National Logistic Ecosystem (NLE) yang diinisiasi pemerintah.
NLE adalah ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang. Ini juga berorientasi pada kerja sama antar instansi pemerintah dan swasta melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi, serta didukung oleh sistem teknologi informasi. Termasuk seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem logistik yang telah ada. Untuk mendukung program tersebut, TPK Belawan telah menyelaraskan Delivery Order (DO) online dan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) online melalui NLE sebagai single platform yang harus diakses oleh pengguna jasa.
Dengan program NLE, data kepabeanan dan kepelabuhanan akan diintegrasikan sehingga memudahkan seluruh stakeholders dalam menjalankan proses bisnis serta manajemen kargo di pelabuhan saat ini akan lebih mudah termonitor. Penerapan autogate system yang telah diujicobakan pada 6 Juli 2021 ini diharapkan meningkatkan kinerja gate dan meminimalisir permasalahan-permasalahan yang ada selama ini. “Dilakukan secara self service, tidak perlu tatap muka di gate serta bisa dilakukan sepanjang waktu selama 24 jam,” kata Yarham. Tentunya hal ini juga dapat meningkatkan sistem keamanan pelabuhan karena tidak semua kendaraan dapat bebas lalu lalang di pelabuhan yang telah menerapkan ISPS Code. “Layanan bisnis di pelabuhan semakin mudah dan cepat, akan meningkatkan efisiensi mendukung program NLE untuk mendorong pertumbuhan perekonomian daerah maupun nasional,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *