3 BUMN Integrasikan KEK Sei Mangkei dengan Pelabuhan dan Jalur Kereta

Teken MoU dengan Pelindo dan PTPN III, KAI Dukung Konektivitas Jalur KA di Kawasan Industri Sumatera Utara(KAI)

 

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei bakal terintegrasi langsung dengan jalur kereta dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Integrasi tersebut ditandai dengan adanya kerja sama antara PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Perusahaan-perusahaan tersebut meneken MoU sebagai komitmen dan landasan untuk melaksanakan penjajakan atas rencana kerja sama dalam rangka optimalisasi Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei, dan angkutan barang menggunakan kereta api.

Penandatanganan MoU telah dilaksanakan pada Sabtu (8/1/2022) lalu, oleh Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Abdul Ghani, Direktur Strategi Pelindo Prasetyo, dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. Menteri Menteri BUMN Erick Thohir hadir langsung menyaksikan penandatanganan tersebut di Kantor PT Prima Multi Terminal, Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, Erick Thohir menjelaskan bahwa Kuala Tanjung adalah pelabuhan terbaik dan merupakan potensi yang luar biasa tetapi selama ini belum dimaksimalkan dengan baik.

“Kami mendorong kerjasama antara PTPN, Pelindo dan KAI membangun bagaimana kereta barang langsung tembus dari KEK Sei Mangkei ke Kuala Tanjung dan membuat lebih besar lagi serta menjadi bagian lapangan kerja yang sangat maksimal untuk warga Sumatera Utara,” jelas Erick dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (11/1/2022).

Ruang lingkup kerja sama ini adalah optimalisasi pemanfaatan fasilitas pelabuhan dan sinkronisasi rencana pengembangan jalur kereta api dengan klaster industri. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan terminal multipurpose Kuala Tanjung sebagai pelabuhan muat dan atau pelabuhan tujuan dalam distribusi logistik, bahan baku, hasil produksi KEK Sei Mangkei dan hasil perkebunan PTPN Group dengan mengoptimalkan penggunaan kereta api milik KAI. “Indonesia itu harus memiliki ekosistem sendiri, yaitu dengan bekerja sama dengan swasta, UMKM dan pihak lain,” tegas Erick Thohir.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *